Palm Oil For The People And Education

Proposal Pre Launch

HUGS MY PALM OIL

PALM OIL FOR SDGs

“PALM OIL FOR THE PEOPLE AND EDUCATION”

 

Latar Belakang

Sawit merupakan komoditi perekonomian yang sangat penting bagi Indonesia. Dari beberapa data Kementerian terkait bidang pertanian dan industri menyebutkan bahwa pertumbuhan di sektor sawit mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi kemiskinan. Tercatat total nilai ekspor produksi sawit pada 2017 sebesar Rp 239 triliun yang merupakan terbesar dan lebih besar dari sektor minyak dan gas (migas) bahkan menciptakan penghematan devisa sebesar US$ 2,52 miliar (Rp 30 triliun).

Sebagai industri padat karya, data dari Kementrian Pertanian menyebutkan bahwa sektor sawit mampu menyerap 4,2 juta tenaga kerja langsung, 12 juta tenaga kerja tidak langsung serta petani swadaya mampu menyerap 4,6 juta orang. Sejak tahun 2000, sektor kelapa sawit Indonesia membantu 10 juta orang keluar dari garis kemiskinan karena faktor-faktor yang terkait dengan perluasan kelapa sawit dan mengangkat kehidupan 1,3 juta orang yang hidup di pedesaan keluar dari garis kemiskinan secara langsung berkat kelapa sawit. Selain dari sisi ekonomi dibandingkan tanaman lain, kelapa sawit memiliki beberapa keunggulan yaitu produk turunan / hilirasinya yang mencapai lebih dari 140 produk yang meliputi bahan bakar nabati, makanan, obat-obatan, farmasi, kosmetik, dan lain sebagainya.

Kedepan sawit dapat mengangkat kehidupan terutama kelompok marjinal yaitu perempuan dan petani serta masyarakat adat yang perlu ditingkatkan kesejahteraan serta sesuai dengan kewajiban pemerintah untuk mencapai SDGs atau Sustainable Development Goals. SDGs merupakan program pembangunan berkelanjutan yang memiliki 17 tujuan untuk masa depan. Konsep Tujuan SDGs dibentuk pada konferensi PBB September 2015 dengan menetapkan target yang bisa diaplikasikan secara universal dan dapat diukur dengan menyeimbangkan tiga dimensi pembangunan berkelanjutan, yaitu lingkungan, sosial, dan ekonomi. Indonesia telah menyelaraskan SDGs dengan Nawacita sebagai visi pembangunan nasional, yang dirumuskan dalam kebijakan, strategi, dan program Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2019-2024 dan selanjutnya dijabarkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahunan (RKP). Hal ini menunjukkan bahwa betapa pentingnya SDGs tersebut untuk kebaikan Indonesia.

Sulawesi Tengah sebagai Provinsi yang Mempromosikan Sawit sebagai Sustainable Agriculture (Pertanian yang Berkelanjutan) dan mendukung logo HUGS MY PALM OIL sebagai kampanye menyeluruh kepada elemen masyarakat.

Pada tanggal 13 April 1964 terbentuk propinsi Sulawesi tengah dan peringati sebagai lahirnya propinsi Sulawesi Tengah. Visi dan misi Sulawesi Tengah adalah: “Sulawesi Temgah sejajar dengan provinsi maju di kawasan timur Indonesia melalui pengembangan agribisnis dan kelautan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing tahun 2020”.

Bidang sektor pertanian merupakan yang terpenting dalam perekonomian di Sulawesi Tengah karena merupakan penyumbang terbesar yaitu sekitar 48,79% bagi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sementara tanaman bahan kedua (14,74% dari PDRB) setelah perkebunan (24,09%). Secara umum pertumbuhan produksi berasal dari dua sumber yaitu peningkatan luas panen dan peningkatan hasil per hektar yang ditunjang dengan perbaikan saluran irigasi, penggunaan pupuk yang berimbang serta benih unggul bermutu.

Kelapa Sawit

Salah satu potensi yang diunggulkan dari sektor perkebunan di Propinsi Sulawesi Tengah yaitu Kelapa Sawit dengan luas areal tanam sebesar 66.595,00 ha dan hasil produksi mencapai 6623.293,00 ton.

Contoh Perusahaan untuk Sawit Berkelanjutan di Sulteng

Unit Usaha Astra Group bidang perkebunan kelapa sawit, Astra Agro Lestari Tbk. telah melakukan pendampingan kepada petani sebagai mitra, dalam mencapai keberhasilan usaha perkebunan sawit, mulai dari penyediaan bibit yang berkualitas, menghadirkan penyuluh untuk mengajarkan proses budidaya yang baik dan ramah lingkungan, hingga proses pemanenan. Masyarakat di Celebes 1 atau di Kabupaten Mamuju Utara, Mamuju Tengah dan Donggala, telah sukses dalam perkebunan mereka, sebagian besar sudah sejahtera, yang dulunya tidak punya apa-apa, sekarang telah memiliki aset. Bahkan hasil uang jual kelapa sawit dibangunkan beberapa gedung sarang walet, membeli mobil, dan sejumlah kebutuhan lainnya.Pabrik pengolahan kelapa sawit juga memiliki kontribusi terhadap kas negara, RAPBN dalam bentuk PPN, PPH, PBB, dan Non Tax.

 

PRE LAUNCH HUGS MY PALM OIL
ReThinkbyAWR X SULAWESI TENGAH
PALM OIL FOR SDGs
“Palm Oil for The People and Education”

 

Pada bulan Mei 2019 lalu BPDP-KS bersama Ditjen Perkebunan mengadakan sosialisasi Peremajaan Sawit di Kota Palu. Asisten Gubernur Sulteng Bidang Administrasi Ekonomi, Pembangunan, dan kesejahteraan Rakyat, Bunga Elim Somba mentargetkan peremajaan itu di lima kabupaten (Kabupaten Banggai, Donggala, Tolitoli, Morowali, dan Morowali Utara) seluas 8.462 hektare dimana tahun 2018 hanya sekitar 6.400 ha. Hal tersebut disebabkan wilayah peremajaan sawit tahun 2018 hanya menjangkau Morowali dan Morowali Utara.

Kucuran dana Rp 25 juta per hektare dinilai belum efektif mencukupi pembiayaan program dilapangan. Peran pemerintah daerah di tiap Kabupaten dan dinas terkait untuk melaukan sharing penganggaran serta dukungan kegiatan lainnya harus lebih terintegrasi agar komoditas sawit memberikan hasil yang berkualitas dan berkesinambungan. (sumber : TribunPalu.com)

Ombudsman Sulteng dan empat Kabupaten (Buol, Toli Toli, Morowali, dan Donggala) pada kajian Rapid Assestment 2019 sepakat melakukan kajian tata kelola perkebunan kelapa sawit. Sedangkan empat Kabupaten lainnya dalam Rapid Assesment 2020 adalah Banggai, Morowali, Poso, dan Tojo Unauna. Dalam kajian Rapid Assesment 2020 ini ada empat indikator yang disepakati, yaitu pengelolaan lingkungan, perijinan, pemguasaan lahan, dan pendapatan negara/daerah. Ombudsman melihat yang menjadi titik perhatian dimana terjadinya potensi maladministrasi yang menyebabkan lemahnya pengawasan, tumpang tindih perijinan, konflik masyarakat dengan perusahaan perkebunan, dan minimnya pendapatan daerah dan penerimaan pajak daerah. (sumber : ombudsman.go.id)

Oleh karena hal tersebut ReThinkbyAWR ingin mengambil peran dengan me-Rethink literasi dan sumber-sumber informasi dari berbagai sumber informasi lainnya dengan tujuan untuk mendampingi pemerintah agar tepat sasaran kepada petani plasma dimana capaian pertumbuhan Sulawesi Tengah mencapai kurang lebih 19.18%. Tentu saja kesanggupan ReThinkbyAWR bergantung supporting acess dimana kami direkomendasikan.

 

Rundown Acara

NO WAKTU AGENDA OLEH LOKASI PIC
1 8.30 MC pembukaan Lapangan Kecamatan……
2 8.30 -9.00 Tarian Pembuka Sulteng
Oleh Gubernur /Bupati
Menyanyikan lagu Indonesia Raya
Pembacaan Naskah Pancasila
3 09.00 – 09.30 Sambutan – Sambutan
Ketua Panitia Sulteng Clemens Efraim Musa
CEO ReThinkbyAWR Ayuningtyas Widari Ramdhaniar
Gubernur / ……….. Sebagai keynote speaker sekaligus membuka PreLaunch LOGO HUGS MY PALM OIL didampingi oleh seluruh stakeholders termasuk sponsors.
SESI FOTO
4 MC menyerahkan pada Moderator
5 09.30 – 12.30 Sharing session (Moderator)
Testimonial dari  Petani Plasma Sawit
Testimonial dari Petani plasma
Pengalaman Perusahaan
Pengalaman Pendamping petani
Pengalaman Kepala Desa
Pengalaman Dinas Perkebunan
Tanya Jawab
6 12.30-13.30 Makan siang
7 13.30-14.30 Kunjungan di sekitar lahan sawit dan demo tanam sawit yang baik Kebun Sawit di….
8 19.00 – 21.00 Ceremonial Pendopo
-Pengumuman penghargaan  petani sawit teladan
-penghargaan kepada pendamping sawit teladan
Pembacaan  hasil testimonial  dan rekomendasi
Penutup dari Gubernur /Walikota
Gala Dinner & Hiburan

 

Tujuan Kegiatan

  1. Untuk  mempromosikan sawit bsebagai pertanian berkelanjutan di Sulteng
  2. Untuk promosi penguatan dalam budi daya dan industri kelapa sawit terutama peningkatan kesejaheraan masyarakat negara anggota.
  3. Memperkuat sinergi danmpartnership sawit

Keluaran

  1. Partisipasi pemerintah daerah, perusahaan , masyarakat termasuk petani dalam sustainable agriculture
  2. Memetakan program berkelanjutan bidang sawit di Sulteng

Dampak

Program sawit yang sustainable dan berdampak untuk small holders dan petani sawit kecil, perempuan, anak-anak, masyarakat adat di Sulteng

Waktu dan Tempat

Lokasi : Palu, Sulteng

Hari/Tanggal :Selasa, 7 April 2020

Waktu : 8.00-18.00

 

Susunan Panitia

Prov. Sulteng

Ketua Panitia : Efrim

Sekretaris                     :

Bendahara                   :

Sie. Acara                     :

Sie. Konsumsi             :

Sie. Publikasi              :

Sie. Keamanan           :

 

ReThinkbyAWR

The CEO                                 : Ayuningtyas Widari Ramdhaniar

The Controller                       : Fitri Wigati Mumpuni

The Counsellor                      : Nukila Evanty

System Analyst                      : Muhammad Iqbal

Media                                      : Didit

Sie. KorLap                            : Muhammad Dzulfikar

Penasehat                              : Syamul

 

Anggaran Biaya

 

 

Leave A Reply